oleh

Merah Putih Berkibar, Solidaritas Bali Mengalir untuk NTT

BALI.SIN.CO.ID – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 terasa berbeda dan mendalam. Semarak perayaan ke-81 yang gegap gempita menjadi keheningan dan lautan doa untuk warga Nusa Tenggara Timur yang baru mendapat musibah dampak gempa bumi berskala 7,7 skala ritcher.

“Marilah kita menundukkann kepala sejenak, mengenang jasa para pahlawan dan syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk bumi pertiwi ini, berjuang merebut Kemerdekaan RI. Dan marilah berdoa bagi rekan-rekan kita yang sedang tertimpa musibah di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Muhammad Nasihuddin, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, saat mengheningkan cipta pada upacara bendera, Senin (17/8/2026).

Baca Juga  Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 di lingkungan Kanwil Kemenhaj Bali diikuti oleh seluruh ASN Kemenhaj, para tenaga outsourcing serta Darma Wanita Persatuan yang dipusatkan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karangasem, diselenggarakan dengan khidmat dan penuh kesederhanaan.

Kegiatan upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh petugas upacara yang berasal dari ASN Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali. Pembacaan naskah Pancasila yang dipandu oleh Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Bali dilanjutkan dengan pembacaan naskah proklamasi dan lagu nasional Hari Merdeka oleh aubade yang juga berasal dari ASN Kemenhaj Provinsi Bali, serta pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945.

Baca Juga  Kepala BRIN Harap Bupati/Walikota Jalankan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Kedepan yang Disusun Gubernur Koster

Khidmat upacara terasa lebih syahdu ketika pembacaan doa yang diperuntukkan bagi para pejuang tanah air dan juga warga NTT yang sedang ditimpa musibah. Menurut Nasihuddin, kesederhanaan dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan dan panjatan doa dari Bali untuk NTT menjadi momen berbeda pada perayaan tahun 2026 ini. “Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana bangsa ini bersukacita, tetapi juga tentang bagaimana tetap menoleh kepada saudara sebangsa yang sedang menghadapi kesulitan,” tandasnya.

Pesan itu terasa relevan sebab peringatan kemerdekaan tahun ini berlangsung di tengah duka yang dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Timur akibat bencana gempa bumi. Di saat sebagian masyarakat Indonesia berdiri khidmat merayakan kemerdekaan, sebagian saudara di NTT sedang berjuang menghadapi kehilangan, ketakutan, dan ketidakpastian. Karena itulah, di bawah kibaran Merah Putih di Karangasem, doa dipanjatkan bagi masyarakat yang terdampak bencana, doa sederhana yang membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri.

Baca Juga  GTF Bali: Dari Promosi KEK sampai Aksi Nyata Membangun Kembali Industri Pariwisata

“Kemerdekaan, bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan adalah kemampuan untuk tetap menjadi satu ketika menghadapi ujian, tetap bergandengan tangan ketika keadaan tidak mudah, dan tetap menghadirkan kepedulian ketika sebagian dari kita sedang berduka,” ujarnya

News Feed